![]() |
| Ziarah ke Makam Sunan Ampel |
TANGGUL – Sebagai upaya nyata mewujudkan visi sekolah yang religius, berilmu, dan berjiwa entrepreneur, SMK Al Majidi sukses menyelenggarakan kegiatan Wisata Religi dan Edukasi pada 26/12/2025 lalu. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh santri dan dewan guru dengan khidmat.
Perjalanan spiritual ini bukanlah agenda mendadak. Sebelum keberangkatan, para santri telah menjalani ritual spiritual berupa mujahadah selama 41 hari berturut-turut. Uniknya, mujahadah ini dilakukan secara bergiliran dari rumah ke rumah santri.
Setiap harinya, santri dan guru berkumpul untuk melantunkan Ratibul Haddad, pembacaan Maulid (Mahallul Qiyam), doa bersama, serta mendengarkan tausiah singkat dari dewan guru. Tradisi ini dilakukan untuk mempererat silaturahmi sekaligus mempersiapkan batin sebelum melakukan ziarah.
Rombongan memulai perjalanan dengan mengunjungi Makam Habib Sholeh Tanggul di Jember. Suasana khusyuk menyelimuti saat santri memanjatkan doa di makam ulama kharismatik tersebut.
Perjalanan berlanjut menuju wilayah Gresik dan Surabaya untuk menapak tilas dakwah Walisongo, di antaranya:
Makam Sunan Giri (Gresik)
Makam Maulana Malik Ibrahim (Sunan Gresik)
Makam Habib Abu Bakar (Gresik)
Makam Sunan Ampel (Surabaya)
Sebagai penutup rangkaian ziarah, rombongan menuju ke Makam KH. Hamid di Pasuruan, salah satu tokoh ulama besar yang menjadi teladan bagi masyarakat Jawa Timur.
Tak hanya sisi spiritual, SMK Al Majidi juga mengajak santri menyegarkan pikiran melalui wisata edukasi di Lembah Pendawa, Pasuruan. Di sini, para santri diajak menikmati keindahan alam sekaligus belajar tentang pengelolaan destinasi wisata, yang diharapkan dapat memicu jiwa entrepreneur mereka sesuai visi sekolah.
Kepala SMK Al Majidi, Muhammad Ridwan, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian krusial dari kurikulum pembentukan karakter di sekolahnya.
"Kegiatan wisata religi dan edukasi ini sangat penting demi tercapainya visi SMK Al Majidi, yaitu religius, berilmu dan berjiwa entrepreneur. Melalui kegiatan ini, santri dan guru diajarkan untuk menjadi pribadi yang lebih mengutamakan budaya antre, serta cerdas secara emosional dan spiritual," ujar Bapak Ridwan.
Beliau juga menambahkan harapannya agar setelah perjalanan ini, seluruh warga sekolah dapat membawa perubahan positif di kehidupan sehari-hari.
"Harapannya, santri dan dewan guru menjadi pribadi yang lebih bijak, lebih disiplin, dan berjiwa sosial demi mencapai cita-cita bersama," pungkasnya.

0 comments:
Posting Komentar